Di Roundtable Discussion KL, Anismatta Paparkan 3 Komponen Penting Nilai-Nilai Moderat

Kamis, 13 November 2014

anismatta diskusi roundtable malaysia

Kuala Lumpur – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan presentasinya di Diskusi Meja BundarĀ  (Roundtable Discussion) “Democrat Islamist” pagi tadi. Dalam pemaparannya Anis menyampaikan bahwa untuk mencapai nilai-nilai moderat ada tiga komponen yang harus mendapat perhatian penting : ideologi, kepentingan dan budaya.

Anis Matta menjelaskan bahwa perbedaan pemikiran tentang demokrasi dan islam tidaklah sebesar dugaan banyak pihak selama ini.

“Kebanyakan kalangan barat cenderung mengkritik demokrasi dalam Islam tanpa benar-benar menganalisa maksud demokrasi dan Islam,” papar Anis dihadapan peserta diskusi.

Lebih lanjut Anis Matta memaparkan bahwa faktor budaya juga memainkan peranan dalam demokrasi. Di Asia Tenggara misalnya, Demokrasi tidak berdarah-darah jika dibandingkan dengan demokrasi di negara-negara Arab.

Anis Matta juga mencontohkan seperti yang terjadi di Indonesia, dimana golongan ekstrimis baik kiri maupun kanan tidak diterima masyarakat, hingga mayoritas pihak akan beralih menjadi moderat.

“Ini karena budaya negara-negara Arab lebih keras. Kesadaran yang timbul dari pendedahan dunia barat menyebabkan generasi baru menyadari bahwa mereka banyak ditekan oleh sistem otokrasi dan akhirnya bangkit melakukan perlawanan,” pungkas Anis.

Roundtable Discussion ini digagas oleh Global Movement Of Moderates bekerjasama dengan Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM). Selain Anis Matta, diskusi ini juga menghadirkan Dr. Driss Bounou dari Partai Keadilan dan Pembangunan Maroko, Dr. Azzam Tamimi dari TV Al Hiwar London dan Dr. Dzulkifly Ahmad, Direktur Eksekutif Pusat Penelitian PAS (Partai Islam Malaysia). (NA)

Profil

Muhammad Anis Matta lahir di Welado, Bone, Sulawesi Selatan, 7 Desember 1968. Ia adalah salah satu pendiri Partai Keadilan yang dideklarasikan di Jakarta, 20.

Sisi Lain

anis matta diskusi di Malaysia